Inilah Pemetaan Wilayah Diduga Berpotensi Mengulang Bencana Ditahun 2019

0
74

Pemerhati Sejarah Geografi Nusantara (PSGN) Muhammad Ichsan, S.Pd (Foto/Ist)

JNOL, Jakarta – Indonesia menjadi negara yang paling rawan terhadap bencana di dunia berdasar data yang dikeluarkan oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR).

Tingginya posisi Indonesia ini dihitung dari jumlah manusia yang terancam risiko kehilangan nyawa bila bencana alam terjadi.

Baru baru ini muncul rilis pemetaan bencana dari seseorang pemerhati bencana alam, dikolom statusnya, bernama Muh. Ichsan.

Ichsan, Alumni Pendidikan Sejarah Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh telah lama menekuni dan mengkaji struktur Sejarah Geografi Indonesia tersebut mengatakan tahun 2019 ini ia memprediksikan Indonesia akan kembali terjadi bencana alam dahsyat lokasi di sepanjang garis utara pantai pulau jawa, selatan sumatera, kalimantan, Sulawesi Selatan terdampak oleh bencana tersebut.

Berikut rilis dalam kolom statusnya media sosial facebooknya :

Pemetaan Wilayah Bencana Tahun 2019 ;

Bengkulu (B) Red Area
Banten (B) Red Area Gn. Krakatau Red Area
Bandar Lampung (B) Gn. Rajabasa Red Area
Bali (B)
Bangka (B)
Belitung (B)
Banjarmasin (B) Red Area
Mamuju (M) Red Area
Makassar (M) Red Area
Majene (M) Red Area
Jakarta (J) Red Area
Jepara (J) Gn. Muria

Wilayah yang diprediksi berpotensi bencana 2019 (foto/googlemap/ist)

Dalam statusnya disebutkan ada dua gunung dilokasi berbeda yang lama tidak aktif maka tahun ini gunung tersebut akan menggeliat salah satunya di utara pulau jawa dan diyakini sang pemerhati mengarah ke gunung muria berdekatan dengan kota Kudus, Jawa Tengah. Gunung Muria yang berstatus aktif tersebut telah lama tertidur.

Kita ketahui sebelumnya, pasca erupsi anak gunung krakatau (22/12) hingga amblasnya daratan kedalam laut yang menimbulkan tsunami sepanjang garis pantai pesisir Lampung dan Pandeglang, Banten menyebabkan banyak korban hingga menyentuh angka 500 korban jiwa hal inilah yang telah meningkatkan kembali aktivitas dapur magma di seluruh jaringan gunung di pulau jawa hingga sampai ke Nusa Tenggara.

Ditambanya, ” dari pergerakan tanah yang menimbulkan beberapa longsong di Jawa Barat (sukabumi) serta beberapa wilayah pulau jawa lainnya yang dilalui lempengan serta dapur jalur magma berpotensi sangat berbahaya tahun ini “, ujarnya Ichsan.

(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here