SMONG Bukan Tsunami

0
12

JNOL – Bencana Tsunami 14 tahun lalu di provinsi Aceh telah meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat di provinsi tersebut, dengan berjalannya waktu seluruh elemen sosial masyarakat telah berangsur membaik dari berbagai hal diantaranya ; Ekonomi, Infrastruktur, serta kondisi sosial.

Terkait hal tersebut, putra asal simeulue turut menjelaskan perbedaan arti “Smoong” dengan Tsunami.

1. Saat terjadi Tsunami di Selat Sunda beberapa hari lalu, ada sedikit perdebatan di media sosial. Ada yang mengatakan itu bukan Tsunami karena tidak disebabkan oleh gempa, menurut pengertian umumnya Tsunami seharusnya terjadi karena disebabkan oleh gempa terlebih dahulu. Walaupun ada juga yang mengatakan bencana tersebut merupakan Tsunami karena disebabkan adanya pengaruh aktifitas gunung krakatau, jadi layak disebut Tsunami.

2. SMONG dikenal sebagai Tsunami bagi masyarakat luas sejak terjadinya Tsunami 2004 di Aceh. Smong sudah diketahui oleh masyarakat Simeulue, Aceh sejak terjadinya Tsunami tahun 1907 di Pulau tersebut, sehingga saat terjadinya gempa 2004 masyarakat Simeulue berbondong-bondong ke dataran tinggi sebaliknya masyarakat lain berbondong-bondong ke pantai melihat air laut yang surut.

3. Waktu kecil dulu saya sering dimarahi Ibu karena suka mandi hujan. Saat awan mulai gelap di angkasa, ibu-ibu di kampung saya saling mengingatkan tetangga. “Ibu-ibu, jemurananya diangkat, mau datang Smong”. Begitu juga saat terjadi banjir bandang di kampung tetangga misalnya, masyarakat menyebut bencana tersebut sebagai Smong.

4. Mungkin di awal, Smong memang bencana yang disebabkan karena terjadinya gempa terlebih dahulu. Tapi lama-lama penduduk Simeulue menerjemahkan Smong sebagai bencana alam yang disebabkan oleh meluapnya air ke daratan sehingga menyebabkan kerusakan. Jadi banjir bandang juga termasuk Smong.

Hari ini Ribuan warga di Aceh larut dalam doa dan zikir memperingati 14 tahun pascabencana gempa dan tsunami melanda Aceh.

Warga juga memberi dukungan dan doa bagi warga Banten dan Lampung yang baru saja mengalami duka yang sama, Rabu (26/12/18).

Peringatan ini juga dihadiri sejumlah tamu dari Jepang dan Malaysia dan sejumlah undangan dari Jakarta dan daerah lainnya.

Peringatan haul tsunami ini juga diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustad Somad. Sebelum menggelar zikir, warga juga melakukan ziarah ke makam massal korban gempa dan tsunami yang ada di kawasan Siron, Lambaro Aceh Besar dan kawasan Ulhee Lheu Banda Aceh.

Oleh: Safrianto_SML

Semarang, 26 Desember 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here