Hari Sosial dan Nilai Masyarakat di Mata Brorivai Center

0
14

JNOL – Sebagian masyarakat tentu tidak banyak yang tahu kalau tanggal 22 Desember bukan saja memperingati hari ibu tetapi juga sebagai hari sosial.

Kata “sosial” menurut KBBI, diartikan berkenaan dengan masyarakat contoh “perlu adanya komunikasi sosial dalam usaha menunjang pembangunan ini”. Bahkan, kata sosial dapat dilihat dari perhatian yang diberikan secara sukarela demi kepentingan umum (suka menolong, menderma, dan sebagainya).

Demikian halnya kata sosial seringkali dikaitkan dengan “prefix” seperti, makhluk sosial, adaptasi sosial, media sosial, lingkungan sosial, konflik sosial, gerakan sosial, organisasi sosial, pembangunan sosial, pendidikan sosial, keadilan sosial dan banyak lagi urusan sosial lainnya.

Jabaran makna sosial yang sangat penting ketika kata tersebut bernilai atau sering disebut sebagai “nilai sosial”. Nilai yang dimaksud adalah berhubungan dengan anutan oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat.

Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai.

Di hari sosial, apa sih yang sebenarnya kita rayakan?. Setiap orang akan menjabarkan sesuai kepentingan sosialnya masing masing. Misalnya saja Brorivai Center sebagai organisasi sosial yang mengembangkan konsep bantuan sosial (philanthropy) dan gerakan – tanggap sosial (social responses) mempunyai dua makna. Dalam hal organisasi sosial, dapat dilihat perannya dalam sistem hubungan antarorang dan antarkelompok berdasarkan jenis kegiatan dan pembagian fungsional untuk menyelesaikan kewajiban bersama dalam masyarakat.

Sedangkan sebagai gerakan sosial, dapat dilihat dalam tindakan terencana yang dilakukan oleh lembaga ini bersama kelompok masyarakat lainya disertai program terencana dan ditujukan pada suatu perubahan atau sebagai gerakan perlawanan untuk melestarikan pola-pola dan lembaga-lembaga yang ada sesuai dengan tata nilai masyarakat dan prinsip demokrasi.

Contoh konkrit dalam kehidupan sosial yang sangat sederhana dan dapat menjadi nilai sosial adalah, membangun hubungan atau interaksi masyarakat dalam mewujudkan “keadilan sosial”. Artinya, kita harus membangun kerja sama untuk menghasilkan masyarakat yang bersatu secara organis sehingga setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan nyata untuk tumbuh dan belajar hidup pada kemampuan aslinya.

Karena itu, di hari sosial yang patut dirayakan dan direfleksikan adalah bagaimana mewujudkan keadilan sosial sebagaimana yang tertuang dalam sila kelima Pancasila. Salah satu poin penting dalam mencermati makna sosial itu adalah mendorong keseimbangan antara kehidupan pribadi dan kehidupan masyarakat.

Adapun butir-butir yang dapat diwujudkan berkenaan dengan esensi hari sosial sebagai berikut:

Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong, bersikap adil, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, menghormati hak-hak orang lain, suka memberi pertolongan kepada orang lain, menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain, tidak bersifat boros, tidak bergaya hidup mewah, tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

Bagi para politisi, tentu hari sosial menjadi memonetum penting untuk dapat bekerja keras, selalu rendah hati dan menghargai hasil karya pemimpin sebelumnya dan orang lain yang telah berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Untuk itu, mari bersama-sama berusaha mewujudkan secara konkrit kemajuan yang merata yang berkeadilan sosial, tidak lagi hanya membuang waktu dan menguras enerji berdiskusi yang tidak bermanfaat, melainkan kita segera berpikir cerdas tentang bagaimana membuat kata “sosial” itu bisa bernilai. (*)

Selamat Hari Sosial!
22 Desember 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here