Gelombang Pasang Di Anyer Banten Diduga Pasca Erupsi Gunung Krakatau

0
15

JNOL, Banten – Gelombang pasang setinggi 1 meter menghantam sepanjang garis pantai pesisir Anyer Banten, pesisir Kalianda serta Bangkaheuni Lampung, malam.

Air pasang diduga erat kaitannya dengan bulan purnama dimana fenomena alam ini setiap akhir tahun menjadi langganan warga pesisir pantai anyer hingga pantai selatan Jawa.

Selain hal tersebut berembus kabar bahwa telah terjadi erupsi gunung krakatau yang menyebabkan longsor dibawa pulau hal ini mengakibatkan air laut naik.

Sebelumnya Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung, Sugiyono, menegaskan isu tsunami yang melanda wilayah Pesisir Lampung hoaks.

“Kami mengimbau kepada masyarakat disekitar pesisir pantai untuk tetap waspada dan tenang, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Segera kembali ke rumah masing-masing dan saling mengingatkan sesama warga agar tdk mudah termakan isu atau hoaks,” kata Sugiyono, Sabtu (22/12/2018) malam.

Sugiyono menegaskan, bila akan terjadi tsunami atau ada gempa pihaknya sebagai institusi resmi pemerintah akan memberikan warning dan informasi lebih lanjut.

BMKG menyampaikan, saat ini ada fenomena umum yaitu pasang surut maksimum, ini disebabkan karena adanya siklus astronomi tahunan seperti biasa, artinya ini adalah gejala normal, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya tsunami.

Gelombang air laut pasang di wilayah Kalianda dan Kecamatan Rajabasa telah memporak porandakan rumah warga sekitar lokasi kejadian. Sabtu (23/12/2018).

Selain rumah, gelombamg pasang yang menurut warga sekitar mirip tsunami tersebut juga menghancurkan beberapa unit kendaraan roda dua dan empat milik warga.

Akibat gelombang air laut pasang tersebut, ratusan warga pun berlarian mencari lokasi yang aman bahkan warga yang tinggal di sekitar bukit spontan naik ke atas bukit untuk menyelamatkan diri.

Info terbaru melalui grup whatsapp Mitra polda banten dilaporkan terdapat 6 korban tewas serta belasan warga lainnya luka luka. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here