Ketahanan Sektor Industri dan Wisata Dongkrak Perekonomian Aceh Utara

0
13

JNOL, Lhoksukon – Melewati perlintasan Simpang KKA menuju Bener Meriah, mata kita akan di manjakan dengan kawasan wisata baru yang terletak di km 30 Jalan lintas kabupaten, Krueng Geukueh (Aceh Utara) – Simpang Tiga (Bener meriah) – Takengon (Aceh Tengah). Suguhan pemandangan alam paling menarik di kawasan wisata itu dinamai Gunung Salak.

Gunung Salak adalah sebutan yang di sematkan masyarakat sekitar untuk wilayah yang mencakup kawasan perbukitan kecamatan Nisam Antara yang memiliki areal perbukitan khas nan sejuk bak Gunung Salak atau Puncak Bogor di Jawa Barat.

Di sepanjang areal bukit terdapat lahan perkebunan dan dapat ditemui beberapa perusahaan industri. Aktifitas ekonomi masyarakat sekitar mulai menggeliat sejak di perbaikinya akses jalan menuju lintasan ini, diantaranya ; sektor pertanian, perkebunan serta sektor yang paling memikat saat ini yaitu sektor pariwisatanya, baik wisata alam dan wisata kuliner, Gunung Salak, juga dilalui oleh aliran sungai krueng simpo yang terlihat deras di saat hujan.

Ketahanan Sektor Industri ekonomi

Ketahanan ekonomi nasional dapat terwujud melalui pemantapan di beberapa sektor. Diantaranya adalah pertanian, industri, kelautan, pariwisata, sektor minyak dan gas dan sektor-sektor lainnya.

Salah satu indikator dimana suatu sektor perekonomian dapat disebut sebagai sektor yang signifikan dalam tercapainya ketahanan industri nasional adalah sejauh mana sektor tersebut berkontribusi dalam menyumbang devisa negara.

Dengan karunia alam dari sang pencipta, Aceh Utara yang dikenal memiliki topografi atau karakteristik wilayah yang sangat bervariasi, dari daerah dataran rendah pesisir yang luas di utara, memanjang barat ketimur hingga daerah pegunungan di selatan yang komplit.

Ketinggian rata-rata wilayah Aceh Utara adalah 125 m. Jalan lintas timur Sumatera melintasi wilayah dataran rendah mampu menjadikan wilayah rendah ini menjadi kawasan yang lebih berkembang secara ekonomi dibanding wilayah selatan yang ada dipedalaman.

Dalam sektor pertanian, daerah ini mempunyai unggulan reputasi sendiri sebagai penghasil beras yang sangat penting. maka secara keseluruhan Kabupaten Aceh Utara merupakan daerah Tingkat II yang paling potensial di provinsi dan pendapatan per kapita di atas paras Rp. 1,4 juta tanpa migas atau Rp. 6 juta dengan migas.

Dibidang perkebunan sendiri Aceh Utara memiliki perkebunan kelapa sawit, karet dan kakao yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara I yang mengelola lahan perkebunan kelapa sawit pada areal seluas 46.377 ha, karet 11.918 ha dan kakao seluas 354 ha. Selain penanaman komoditi pada areal sendiri + inti, PTPN I juga mengelola areal Plasma milik petani seluas 16.832 ha yang terdiri dari areal kelapa sawit 6.714 dan karet 10.118 ha.

Ketahanan Sektor Pariwisata

Potensi pariwisata yang kaya jika tidak diimbangi dengan pemasaran yang baik yang terintegrasi tidak akan membuat wisatawan domestik dan mancanegara mengetahui dan tertarik untuk datang ke negara kita. Maka untuk sektor ketahanan domestik harus selalu terekspos dengan baik serta dukungan pemerintah daerah.

Potensi wisata Aceh Utara yang kurang terekspos membuat banyak orang sulit mencari informasi akurat spot spot wisata menarik di bekas kabupaten petro dollar tersebut. Ternyata, pasca dibukanya jalan lintas alternatif menuju kabupaten produsen kopi, antusias masyarakat sangat besar pada salah satu spot wisata baru Gunung Salak.

Gunung Salak yang berada di lintas Aceh Utara-Bener Meriah, telah benar-benar berubah menjadi salah satu destinasi baru wisata di Aceh.

Jalan yang membelah pengunungan dan rimba belantara ini, dibangun oleh PT Kertas Kraft Aceh (KKA) untuk mengangkut kayu pinus dari kawasan Aceh Tengah sebagai bahan baku kertas.

Muh Ichsan, Pegiat Forum Sejarah Damai Resolusi Konflik dan Pertahanan sangat berharap kepada pemerintah untuk meningkatkan pertahanan dari segi Industri serta pariwisata di kabupaten Aceh Utara.

” Tidak cukup Pak Jokowi hanya datang ke Aceh meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Aceh Utara, (14/12) tanpa di dukung program – program peningkatkan taraf perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisatanya, ”

Sektor Industri dan Sektor Pariwisata di Aceh Utara memiliki alur yang sama dan bersinergi dalam pembangunan ekonomi demi ketahanan bangsa di kabupaten Aceh Utara tersebut “. ujarnya.

Ditambahkan Ichsan, ” Contoh saja Kawasan lintas kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah jika benar di kelola maka industri dan pariwisatanya akan setara luar negeri, terkoneksi KEK Arun di Pesisir pariwisata Di Hulu.

Keindahan yang dapat dirasakan di puncak Gunung Salak ini adalah bentangan alam yang indah dengan guratan relif alam perbukitan di bawahnya. (*)

Muh. Ichsan

Pegiat Sejarah dan Resolusi Konflik Pertahanan Cyber (PSRKPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here