14 Desember 1911, Roald Amundsen Orang Pertama Mencapai Kutub Selatan

0
8

Kutub Selatan (Foto/Istimewa)

JNOL – Bumi memiliki bagian laut yang lebih luas daripada daratan. Sekitar 70 persen air mengelilingi bumi. Karena itu, keinginan untuk menjelajah bumi terbilang sulit dilakukan karena kondisi geografi ini.

Manusia kemudian menciptakan teknologi transportasi untuk memudahkan dilakukannya eksplorasi. Namun, hingga saat ini ada dua tempat yang sulit dieksplorasi, yaitu Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Titik pada poros utara dan selatan bumi ini memang menghamparkan kondisi es yang beku. Para penjelajah melakukan segala cara agar bisa sampai pada lokasi itu, serta mencatatkan namanya sebagai orang pertama yang menjelajahinya.

Hari ini 107 tahun yang lalu, tepatnya pada 14 Desember 1911, penjelajah Norwegia, Roald Amundsen berhasil mencatatkan namanya sebagai orang pertama yang mencapai Kutub Selatan.

Bersama dengan timnya yang terdiri dari Olav Bjaaland, Helmer Hanssen, Sverre Hassel dan Oscar Wisting, mereka menggunakan kapal pertama menuju Kutub Selatan.

Dilansir dari History.com, tim Amundsen berhasil mengalahkah penjelajah Inggris bernama Robert Falcon Scott yang menjadi pesaingnya menuju Kutub Selatan.

Berbekal pengalaman

Roald Amundsen lahir di Borger, dekat Oslo pada 17 Juli 1872. Dia adalah salah satu tokoh terhebat di bidang eksplorasi kutub.

Pada awalnya, Amundsen belajar kedokteran untuk sementara waktu dan kemudian turun ke laut untuk melakukan penjelajahan. Pada 1897, ia ikut ekspedisi Ekspedisi Antartika Belgia, yang membuatnya termotivasi untuk ikut penjelajahan laut yang lain.

The Canadian Encyclopedia Roald Amundsen bersama kapalnya

Dilansir dari Britannica, bersama dengan enam awak kapal dia mencoba melalui laut di sekitar Kanada Utara. Dia mencapai Cape Colborne (sekarang Nunavut) pada bulan Agustus 1905 dan berhasil mencapai tujuannya.

Amundsen dan krunya melanjutkan perjalanan pada bulan Agustus 1906 dan disambut dengan sambutan pahlawan ketika ekspedisi berakhir di Nome, Alaska, akhir bulan itu.

Pencapaian ini membangkitkan minatnya untuk spektakuler dalam eksplorasi kutub.

Mencoba ke kutub

Pada 1909, Roald Amundsen mendapat kabar bahwa seorang penjelajah Amerika, Robert E Peary telah memulai perjalanan menuju Kutub Utara untuk eksplorasinya. Namun, rencananya sudah bulat untuk melanjutkan misinya.

Ketika Amundsen meninggalkan Norwegia pada Juni 1910, tidak seorang pun kecuali saudaranya yang tahu bahwa dia sebenarnya menuju Kutub Selatan dan bukan ke Kutub Utara.

Pada awal 1911, Roald Amundsen mengarungi kapalnya ke Teluk Paus Antartika dan mendirikan base camp, 96 kilometer lebih dekat ke kawasan kutub ketimbang Robert Falcon Scott yang menjadi pesaing beratnya.

Pada bulan Oktober 1911, kedua penjelajah berangkat menuju titik lokasi (South Pole). Amundsen bersama timnya menggunakan empat kereta luncur yang ditarik dengan 52 anjing. Sementara rivalnya, Robert Scott, menggunakan kuda Siberia.

Pada 14 Desember 1911, ekspedisi Amundsen memenangkan perlombaan ke Kutub Utara. Para penjelajah mencatat data ilmiah di kutub sebelum memulai perjalanan pulang pada bulan Desember. Mereka kembali ke pangkalan pada 25 Januari 1912.

Sementara Scott mencapai Kutub Selatan pada 17 Januari, tetapi pada perjalanan pulang yang sulit karena cuaca yang buruk, dia dan semua anak buahnya tewas. Tubuh beku Scott ditemukan akhir tahun itu.

Setelah perjalanan bersejarahnya di Antartika, Amundsen mendirikan bisnis pelayaran. Dia kemudian membuat upaya untuk menjadi penjelajah pertama yang terbang di Kutub Utara. [MI/Kompas.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here