Workshop Penguatan Tenaga Perencana UIN SGD BANDUNG

Ket Gambar : Peserta Acara Workshop Penguatan Tenaga Perencana ini diikuti oleh 90 peserta dari tanggal 03-05 Desember 2018 (foto/Ahmad Yani/ist)

JNOL, Bandung | Keberadaan kampus yang bermartabat, unggul dan kompetitif itu diharapkan mampu menghantarkan seseorang untuk dapat meraih kesuksesan dengan berbasis qonaah. Demikian ungkap Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud saat membuka acara Workshop Penguatan Tenaga Perencana UIN SGD Bandung yang digelar di Hotel Sutan Raja, Jl. Raya Soreang KM.17 No.10, Cingcin, Soreang, Pamekaran, Kabupaten Bandung dari tanggal 03-05 Desember 2018.

Tampil sebagai narasumber: Tato Priyo Sulistiyono, S.Kom, MM (Kepala Sub Bagian Perencanaan Bagian Perencanaan dan Keuangan Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan IAIN Surakarta), Novardy, S.Kom, (Kepala Subbagian Perencanaan dan Anggaran Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Bagian Perencanaan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama), Bagus Budi Prasetyo, (Founder, Trainer dan Motivator Muda Rhythm of Empowerment/ROE Indonesia), Drs. H. Ahmad Luthfi, MM (Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan), Dra. Euis Heni Herlina, M.Pd (Kepala Bagian Perencanaan).

Prof. Mahmud menegaskan bahwa “Salah satu caranya harus dimulai dari perencanaan dengan menyiapkan mutu tenaga perencana yang hebat, sehat, unggul, cerdas, akurat, profesional, akuntabel dan berakhlakul karimah,” tegasnya.

Sambung Mahmud, upaya menciptakan tenaga perencana yang hebat itu, “Sesekali keluarga besar UIN SGD Bandung harus berkunjung ke Rumah Perbahan Renald Kasali yang mengikatkan kepada kita tentang jangan takut melakukan perubahan, karena perubahan adalah satu-satunya bukti kehidupan. Jadi, perubahan mustinya menjadi hal yang biasa bagi manusia. Hanya saja, kita seringkali tidak menyadari sesuatu telah berubah, bahkan mendiamkannya,” sambung nya.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati itupun mengingatkan kepada 90 peserta Workshop agar tetap bersyukur dengan cara bekerja dengan baik dan ikhlas. Menjadikan sebuah jabatan sebagai ladang ibadah bukan untuk mengajar jabatan yang lebih tinggi.

“Orientasikan segala pekerjaan yang kita lakukan itu untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan bersyukur atas apa yang didapat supaya menjadi berkah. Kunci kesuksesan itu harus berbasis qonaah, bukan ambisius. Jika kita berpikir pada saat menduduki jabatan Wadek untuk menjadi Dekan, maka kita akan lelah, cape dan ongkosnya tinggi. Oleh karena itu, pentingnya bagi kita untuk bersykur dan mari kita menjadikan jabatan itu sebagai amanah dan tiket ke surga. Wujud dari rasa syukur itu dibuatlah program kerja yang bagus. Inilah kunci sukses yang didasarkan pada qonaah,” ungkapnya.

Ketua Pelaksana, Prof. Dr.H. Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si, menyampaikan bahwa acara ini di ikuti oleh 90 peserta dan menghadirkan pembicara dari berbagi lembaga.

“Acara Workshop Penguatan Tenaga Perencana ini diikuti oleh 90 peserta dari tanggal 03-05 Desember 2018 dengan menghadirkan pembicara dari IAIN Surakarta, Dirjen Pendis, REO dan Kepala Biro di lingkungan UIN SGD Bandung. Tujuanya untuk menciptakan sistem yang baik guna meningkatkan mutu dan kualitas kampus yang unggul dan kompetitif,” ungkapnya.

Tutup Oyo, kegiatan ini untuk memperkuat perencanaan di civitas akademik UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“Oleh karena itu, kegiatan penguatan tenaga perencana perlu kita dorong secara bersama-sama karena perannya sangat startegis untuk rancang bangun UIN SGD Bandung dari segi kelimuan, wawasan dan penguatan lembaga,” tutupnya. (AY/rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *