Reklamasi, Singapura Makin Kaya dan Luas, Indonesia Makin Sengsara

0
80

(Foto/Ist)

JNOL, Singapura | Penambangan pasir untuk reklamasi daerah pesisir adalah masalah geopolitik dan konservasi yang terjadi di sejumlah tempat di dunia. Di Asia Tenggara sendiri, Singapura merupakan negara di kawasan yang gencar melakukan praktik tersebut.

Mengutip artikel The Asean Post hari ini (Senin, 26/11), dipaparkan fakta bahwa total luas lahan di Singapura telah tumbuh sebesar 25 persen sejak negara itu didirikan.

Negara-kota itu sejauh ini telah meningkatkan total luas daratannya dari 578 kilometer persegi pada tahun 1819 menjadi 719 kilometer persegi pada tahun 2018 ini. Hal itu tidak lain adalah berkat reklamasi yang dilakukan oleh Singapura.

Luas wilayah Singapura yang bertambah, secara selaras, mendorong perekonomian negara tersebut. Di atas lahan reklamasi, yang semula hanya perairan, kini dibangun pelabuhan dan bandara, kawasan komersial dan industri, serta hotel mewah, kasino dan apartemen bertingkat tinggi.

Singapura sendiri mengimpor pasir untuk membuat lahan reklamasi dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Kamboja, Vietnam, dan Malaysia. Dalam artikel yang sama, disebutkan bahwa Singapura mendapatkan pasir-pasir tersebut baik secara legal maupun ilegal. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here