Hari Guru dan “Immoral” Murid Terhadap Guru

0
171

(Foto/Todayinhistory/istimewa)

Muhammad Ichsan, S.Pd
Peaceful Historical Activists Defense and Education Conflict Resolution

JNOL | Era milenial saat ini Guru tidak hanya perlu dipenuhi secara administrasi, tapi juga perlu dibekali tambahan ilmu, misalnya pentingnya kasih sayang dan rasa ikhlas saat mendidik anak-anak.

Maraknya peristiwa penganiayaan guru oleh murid mengundang keprihatinan Sekjen Forum Wartawan Online Indonesia (FWO) Indonesia yang juga seorang tamatan FKIP Guru Sejarah, Dia mengatakan pendidikan karater harus ditekankan karena guru merupakan pendidik dan pengajar yang harusnya dihormati oleh anak didiknya, serta menjadi orangtua anak selama di sekolah.

Kisah yang masih melekat adalah Saat salah seorang guru harus meregang nyawa ditangan muridnya. Ahmad Budi Cahyono, guru honorer di SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, meninggal dunia pasca-mengalami tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh siswanya sendiri.

Selanjutnya, Video viral seorang guru yang terlihat seperti sedang dikeroyok sejumlah siswanya, terjadi di SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Diketahui, guru yang seolah sedang dikeroyok itu bernama Joko Susilo, guru pengampu mata pelajaran Gambar Teknik Otomotif.

Ini masuk dalam immoral, immoral adalah tindakan tidak bermoral yang dilakukan oleh seseorang walaupun orang tersebut sudah tahu bahwa hal tersebut memang salah dan tetap melakukannya.

Ichsan yang juga Pegiat Damai Resolusi Konflik Pertahanan dan Pendidikan (FSDRKP) ini juga sangat prihatin dengan perkembangan pendidikan Indonesia kedepan, ia menambahkan, ” Kita juga turut prihatin dengan kejadian pemukulan dan pelecehan profesi guru saat ini. Semoga ke depannya tidak terulang lagi di dunia pendidikan, baik itu di Indonesia maupun di dunia. Lewat peringatan hari guru 25 November 2018 ini, kita menolak aksi kekerasan di sekolah, karena itu sangat mencoreng dunia pendidikan, itu seperti fenomena gunung es “, Ujarnya.

Pemerintah saat ini lebih disibukkan dengan perkembangan politik dan mengontrol ‘HOAX’ menjelang pemilu, maka pendidikan dan karakter anak bangsa semakin terkikis dan merosot tajam.

“Dari kejadian itu, kita seharusnya membuka mata. Jangan sampai ada kekerasan lagi di sekolah. Guru maupun murid perlu intropeksi diri. Pendidikan tidak hanya sekadar teori, tapi juga butuh contoh yang baik itu seperti apa,” kata dia. (*)

Selamat Hari Guru 25 November 2018, ” Bek Tuwo Tajak Bak Sikula Tacom Jaroe Guree “.

Guru Adalah Pelita Ilmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here