Science Film Festival akan mengunjungi 42 kota di Indonesia

0
54

(ist)

JNOL, Jakarta | Science Film Festival 2018 akan diselenggarakan di 42 kota di seluruh Indonesia pada tanggal 23 Oktober s/d 13 November.
Tema festival “Revolusi Pangan: Menghadapi Tantangan Tahun
2050” menyoroti ancaman lingkungan akibat produksi pangan.

Pemanasan global dan ancaman lingkungan terkait telah menjadi
masalah mendesak belakangan ini, baik secara sosial maupun
politik. Sejumlah kesalahpahaman umum masih terus bertahan,
antara lain bahwa karbon dioksida yang dihasilkan oleh berbagai
moda transportasi merupakan sebab utama kerusakan lingkungan.

Sesungguhnya, produksi pangan untuk populasi global yang tumbuh
pesat berdampak jauh lebih besar terhadap planet kita. Gas rumah
kaca yang dihasilkan oleh ternak dan sawah, pembakaran hutan
untuk keperluan pertanian dan emisi dinitrogen monoksida dari
aplikasi pertanian hanyalah tiga di antara banyak contoh.

Science Film Festival tahun ini menyoroti tantangan mengurangi
gas rumah kaca dengan mengusung tema “Revolusi Pangan:
Menghadapi Tantangan Tahun 2050” dan memperkenalkan tema
tersebut kepada anak-anak di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan,
Afrika dan Timur Tengah.

Program festival kali ini berupaya
menjelaskan risiko lingkungan yang terkait dengan perilaku konsumsi pangan kita serta solusi-solusi potensial untuk masa depan dengan cara yang menyenangkan dalam permainan dan mudah dipahami. Kegiatan berulang terbesar Goethe-Institut ini akan singgah di
Indonesia untuk ke-9 kalinya dan akan berlangsung pada tanggal 23
Oktober s/d 13 November.

Dengan hampir satu juta pengunjung di seluruh dunia dan 80.000 pengunjung di Indonesia saja, festival
pada tahun ini melebarkan sayapnya ke 42 kota di seluruh Nusantara, yaitu Aceh, Ambon, Bandung, Bangka, Batam, Bogor, Cikarang, Cianjur, Denpasar, Jakarta, Jambi, Jayapura,
Karanganyar, Klaten, Kupang, Magelang, Makassar, Malaka, Malang,
Manado, Manggarai Barat, Maumere, Medan, Meulaboh, Palembang,
Pekalongan, Salatiga, Samarinda, Sidoarjo, Soe, Sorong, Sumedang,
Surabaya, Tangerang, Tapanuli Tengah, Toba Samosir, Tobelo,
Tomohon, Waibakul, Waingapu, Wonosobo dan Yogyakarta.

Bekerja sama dengan PT Siemens Indonesia, Kedutaan Besar
Republik Federal Jerman, Sahid Hotels & Resorts, Universitas
Paramadina dan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW),
festival ini akan menyapa anak-anak Indonesia dan mengajak
mereka mengenal sains melalui 15 film yang menghibur, semuanya
disulih suara ke dalam Bahasa Indonesia, serta program interaktif dengan berbagai eksperimen dan lomba.

Science Film Festival 2018 Selayang Pandang Science Film Festival yang diluncurkan pada tahun 2005 merupakan perayaan ilmu komunikasi. Melalui kerja sama dengan mitra setempat, festival ini mempromosikan literasi sains dan kesadaran mengenai isu-isu
sains, teknologi, dan lingkungan melalui konten film dan televisi
internasional serta kegiatan edukasi pendamping di kawasan Asia
Tenggara, Asia Tengah, Afrika, dan Timur Tengah.
(mi/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here