Keberlanjutan Kasus Pembakaran Bendera Tauhid, Berikut Ulasan Secara Hukum

0
404

Bendera Al Liwa (Bendera Kalimat Tauhid) : Foto/Ist

JNOL| Terhadap peristiwa pembakaran kain mirip bertuliskan kalimah Tauhid di Limbangan, Garut , Senin 21 Oktober 2018 Pada Perayaan Hari Santri Nasional (HSN).

Ketua AAB (Aliansi Anak Bangsa) / Ketua Korlabi, Damai Hari Lubis kembali memgeluarkan penjelasan hukum terkait pembakaran bendera Tauhid, Rabu, (31/10) sebagai berikut : ” Secara hukum positif, undang undang yang berlaku terhadap para pembakar kalimah tauhid yang ada di kain segi empat mirip bendera yang diduga kuat sesuai pakaian uniform dan pengakuan dihadapan kepolisian adalah anggota Banser mesti dikenakan sanksi ancaman oleh KUHP pasal 156 a. Jo. Pasal 28 Jo. UU. NO. 40 Tentang SARA Pasal 45. ( karena dipertontonkan atau menggunakan atau melalui video/ barang atau benda elektronik ” katanya.

Selain itu menurut uu. Ormas uu. No. 16 tahun 2017 seharusnya bukan hanya mereka para pelakunya. Tapi oknum polisi menurut pasal 59 ayat ( 3 ) huruf a c, d ,dan e . Uu. Ormas No. 16 / 2017 yang ada pada saat kejadian ( tempus delikti ) juga secara hukum mestinya dilakukan proses hukum terhadap mereka. Termasuk pimpinan ormas banser ( walau tidak ada saat kejadian. Merujuk UU. Ormas ) apalagi ditambah kenyataannya mereka para pengurus Banser membenarkan atas perilaku pembakaran. Karena oknum yang ada saat kejadian sebagai anggota polri harusnya melarang atau karena kewenangannya minta bendera, bukan malah diam, sama dengan melakukan pembiaran terhadap pembakaran atas objek yang dibakar atau kalimah tauhid yang ada di panji rasulullah untuk mereka amankan selaku aparat penegak hukum.

Selanjutnya terhadap oknum yang ada saat kejadian sebagai anggota polri harusnya saat itu melarang atau karena kewenangannya minta bendera dari penguasaan para terduga anggota Banser,
lalu amankan , “ bukan malah diam, karena diamnya mereka para oknum polisi pada saat peristiwa, sama dengan melakukan pembiaran adanya peristiwa delik “ yakni terhadap kejadian pembakaran atas objek yg dibakar atau kain yg bertuliskan kalimah tauhid yg ada.

Sementara untuk oknum yang membawa kain segi empat dimaksud tidak dapat diproses secara hukum selaku terlapor atau terlebih tersangka melainkan cukup sebagai saksi korban.

Karena fakta yang dibawanya adalah kain yang bertuliskan Kalimah Tauhid adalah miliknya, yang bukan bendera HTI dan nyata menurut saksi saksi yang ada tanpa ada tulisan HTI. (*)

DAMAI HARI LUBIS
KETUA AAB / ALIANSI ANAK BANGSA
ANGGOTA GNPF ULAMA
KETUA KORLABI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here