FWO Untuk Indonesia, Berikut Kata Bro Rivai

0
75

Ket Gambar : Dr. Abdul Rivai Ras Bersama Pengurus DPP FWO Indonesia (foto/Ichsan/FP/JNOL)

JNOL, Jakarta | Adanya industri media di Indonesia bukanlah dimulai dari pasca reformasi, tetapi dimulai ketika pada era represi. Pertama kali orang-orang mendirikan media kerena sebuah idealism yang dimiliki. Industri media di Indonesia diperkirakan akan bergerak menuju sistem pasar oligopoly dan hegemoni.

Pertumbuhan industri media tidak bisa lepas dari sistem ekonomi politik. seperti yang terjadi di Indonesia, perubahan situasi politik dan ekonomi berdampak pada dinamika industri media. Tidak hanya media yang sekarang digunakan sebagai kendaraan bagi kepentingan politik tetapi juga alat bisnis yang powerful. Bahkan politik dan bisnis seakan dikawinkan di industri media.

Industri media di Indonesia telah berkembang denga pesat dan telah menjadi bisnis yang berorientasi pada keuntungan, membentuk kebutuhan public dan kepentingan masyarakat. hak-hak yang dimiliki oleh warganegara adalah hak terhadap akses informasi tanpa sebuah pengecualian terhadap pengembangan dan transformasi kehidupan mereka sendiri. Kedua, akses warganegara terhadap infrastuktur media, terakhir akses warga terhadap sarana yang mempengaruhi kerangka peraturan.

Forum Wartawan Online (FWO) Indonesia hadir dalam masyarakat nantinya akan menjadi warna tersendiri sebagai bagian dari perkumpulan atau wadah baru media online. FWO Indonesia akan di deklarasikan pada tanggal 30 Oktober 2018 bertempat di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat.

Namun di tengah pertumbuhan pesat tersebut, kata Dosen Ketahanan Nasional dan Stratejik Global Universitas Indonesia, Dr. Abdul Rivai Ras mengatakan media online serta pelaku atau wartawan online harus memiliki karakter nilai jual yang tinggi sehingga banyak pembaca yang memahami konten isi beritanya. ” saya berfikir banyak penulis berita media online harus memiliki karakter yang menjual dan wibawa agar diakui oleh pembaca (netizen) “, ujarnya.

Media yang kuat dan independen juga bisa menjadi penyaring atas informasi yang begitu banyak bertebaran berupa berita bohong atau informasi palsu. Melalui keterbukaan internet, kerap terjadi penyalahgunaan melalui disinformasi, misinformasi, dan propaganda segelintir orang untuk mengontrol dan menghambat perubahan sosial. “Kecenderungan ini meningkat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia kita saat ini” kata Abdul Rivai sebagai dikutip dari pertemuan bersama pengurus DPP FWO Indonesia, Kamis, (25/10).

Pendiri Bro Rivai Center juga menambahkan sangat mendukung kehadiran FWO Indonesia ini, ” Saya sangat berterima kasih atas kepercayaannya, semoga kedepan kita akan dapat bersinergi serta tidak hanya sebagai forum seremonial semata, harus memiliki struktur yang baik, program yang baik, seluruh pengelolaan FWO Indonesia agar dipersiapkan secara matang” , jelasnya.

(mi/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here