Upaya Konservasi Situs Geologi Terkait Cekungan Migas Jatim dan Pengembangan Geowisata

0
70

JEJAKNASIONALIS.COM, SURABAYA – Jawa Timur bagian utara dikenal memiliki banyak cekungan minyak dan gas (migas) yang telah dieksplorasi dan dieksploitasi sejak jaman Belanda. 

Di antaranya di Bojonegoro, Sidoarjo, Madura sampai area lepas pantainya. Sejarah eksplorasi dan eksploitasi migas di area ini pun sudah dimulai sejak jaman penjajahan terutama di Bojonegoro bersamaan dengan pengembangan lapangan-lapangan migas di Cepu, Jawa Tengah. 

Banyak sekali sumur-sumur minyak tua, bahkan sebagian di antaranya dioperasikan dalam skala kecil saat ini, menjadi penanda sejarah panjang pengelolaan migas Jawa Timur. 

Singkapan batuan dan struktur geologi terkait dengan cekungan migas juga banyak tersebar dan telah menjadi tempat pembelajaran baik bagi peneliti, mahasiswa maupun masyarakat awam.

“Namun saat ini di beberapa wilayah situs-situs geologi tersebut banyak yang terancam oleh operasi penggalian dan penambangan material industri/ bahan bangunan ataupun menjadi wilayah pemukiman,” kata M. Soffian Hadi yang juga salah satu pengurus IAGI Jawa Timur. Kamis, (04/10).

Forum Group Discussion (FGD) membahas tentang upaya konservasi situs geologi migas dilaksanakan bertempat di Kampus Institut Teknologi 10 Nov Surabaya (ITS) dengan tajuk Cekungan Migas Jawa Timur sebagai Kawasan Lindung Geologi dan Pengembangan Model Operasional Perminyakan/Hulu Migas. 

FGD yang diprakarsai oleh Dept Teknik Geofisika ITS bekerja sama dengan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) – PP dan Pengda Jatim, menghadirkan narasumber Amin Widodo (T. Geofisika ITS), Wahyu Budi Kusuma (PPSDM Migas Cepu), Jatmiko Setiawan (Geopark Bojonegoro), Win Lestari (T. Geofisika ITS) dan Sukmandaru Prihatmoko (PP IAGI).

FGD dihadiri berbagai stakeholder dari Pemprov Jatim (Bappeda, ESDM), Perguruan tinggi (ITS, ITATS, UB dll), Pengda IAGI Jatim, mahasiswa dan tokoh masyarakat dipandu oleh moderator Soffian Hadi (Pengda IAGI Jatim). 

Selain tentang konservasi situs geologi terkait cekungan migas, bermunculan pula ide dan masukan untuk pengembangan geosite dan geowisata di berbagai area di Jatim. 

Pengembangan geopark Bojonegoro dapat dijadikan contoh/ model untuk pengembangan serupa di daerah lain. Pemprov dalam hal ini Dinas ESDM Jatim sangat mendukung upaya pengembangan geosite dan geowisata ini seperti diungkapkan Supoyo (Sekretaris Dinas ESDM Jatim).

Diharapkan dapat dibuatkan daftar dan prioritas lokasi-lokasi geosite yang berpotensi untuk dikembangkan (oleh Pengda IAGI Jatim dan ITS) agar dapat ditindaklanjuti dengan usulan yang lebih riil kepada instansi yang relevan dan kompeten seperti Dinas Pariwisata dan Badan Geologi. (iagi/ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here