Gatot Nurmantyo: Saya khawatir Peristiwa Syiria Bisa Terjadi di Negara Kita

0
148

JNOL, JAKARTA – Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi masyarakat Indonesia menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2019. Perbedaan pilihan politik, dikhawatirkan Gatot bisa memicu perpecahan seperti yang terjadi di Syiria.

Menurut Gatot, terbelahnya suara rakyat sebenarnya sudah terjadi sejak pilpres 2014 lalu. Dia pun memperingatkan bahaya yang akan terjadi bila hal ini tidak bisa teratasi.

“Saat ini rakyat sedang terkotak-kotak. Ini adalah lampu kuning dan sudah mulai ada menggunakan rakyat mengadu dengan rakyat. Saya khawatir peristiwa di Syria bisa terjadi di negara kita,” tulisnya di akun instagram pribadi @nurmantyo_gatot, Rabu (29/8/2018).

Terkait pilihan politiknya secara pribadi, Gatot belum menentukan keputusan. Dia hanya mengaku tak akan mau menyampaikan kekurangan yang dimiliki dua calon presiden (capres), baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto.

Dia menjelaskan, menurut keyakinannya yang juga termaktub dalam Alquran surat Al-hujuraat ayat 12, sesama muslim dilarang menggunjing dan ghibah (membuka aib orang lain). Jika hal itu ia lakukan, maka akan sama seperti memakan bangkai umat muslim sendiri.

“Baik Pak Jokowi maupun Pak Prabowo. Saya tidak akan menyampaikan kekurangannya. Jadi seorang muslim dilarang membuka aib sesama muslim lainnya,” tulis mantan KASAD itu.

Nama Gatot Nurmantyo diketahui sempat mencuat sebagai salah satu kandidat calon presiden dan calon wakil presiden di pilpres 2019. Baru-baru ini namanya kembali diperbincangkan dalam bursa tim pemenangan antara kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. []

SUMBER: CNN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here