Mantan Pendiri PKS, Bacaleg PDIP Meninggal Dunia Hari Jumat, FSDRK : ‘ Khusnul Kotimah ‘

0
206

Mantan Pendiri PKS, Bacaleg PDIP Meninggal Dunia Hari Jumat, FSDRK : ‘ Khusnul Khotimah ‘

Ket Gambar : [ Bacaleg dari PDIP, Yusuf Supendi yang juga Mantan Pendiri PKS]

JNOL, JAKARTA – PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan belasungkawa atas wafatnya pendiri PKS yang kini menjadi Bacaleg dari PDIP, Yusuf Supendi.

Sekretaris Jendral PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa meskipun Yusuf Supendi baru bergabung dengan PDIP, namun ia sudah sangat intens berkomunikasi dengan yang bersangkutan sejak 3 bulan yang lalu.

“Bahkan dua hari yang lalu, Beliau (Yusuf) dengan penuh semangat menyampaikan dukungan masyarakat Bogor atas pencalonan tersebut,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (3/8).

Hasto mengatakan, kabar wafatnya Yusuf pun langsung ia sampaikan secara langsung kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Beliau (Megawati) menyampaikan duka cita yang mendalam, dan semoga almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah,” ujarnya.

Sependapat dengan bu Megawati, Pegiat FSDRK, Muh. Ichsan, mengatakan, “Pak Ustadz Yusuf Meninggal dihari terbaik umat Islam”, jelasnya.

Alumni Pendidikan Sejarah, dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh tersebut menambahkan, ” Hari ini dua kutub politik yang berbeda, PDIP dan PKS akur melebur dalam satu atap rumah Alm. Ustad Yusuf Supendi. Allahummagfirlahu.. “, Muh. Ichsan, FSDRK

Seperti diketahui, Yusuf Supendi dikabarkan telah menghembuskan nafas terakhir di RSCM, Jakarta Pusat, pada hari Jumat (3/7) pukul 06.00 WIB.

Berikut ucapan DPP PKS dalam akun twitternya terkait wafatnya Yusuf Supendi :

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Setiap kita tak pernah tahu kapan gilirannya.

Segenap keluarga besar PKS turut berduka cita atas wafatnya Ustadz Yusuf Supendi. Semoga Allah beri beliau husnul khotimah. Amiin.

Profil Singkat Ustadz Yusuf Supendi
Ustadz Yusuf Supendi merupakan salah satu generasi pertama dari gerakan Tarbiyah yang ada di Indonesia, yang di kemudian hari berubah bentuk menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Beliau lahir di Bogor, tepatnya pada tanggal 15 Mei 1958.

Keluarganya merupakan keluarga besar ulama, dan pamannya, K.H. Sholeh Iskandara, merupakan ulama besar di Bogor. Ustadz Yusuf Supendi memulai pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah Ibnu Hajar Bogor.

Sejak kecil, beliau memang dikenal sebagai pribadi yang berani dan punya nyali. Pada waktu masih kelas 5 dan 6 SD, bahkan beliau sudah sering berkelahi gara-gara main bola.

Minat mendalami agamanya semakin meningkat setelah beliau melanjutkan pendidikannya di Pesantren Daruh Falah milik pamannya. Ustadz Yusuf Supendi memiliki kemampuan mengingat yang luar biasa karena pada waktu itu, di bawah bimbingan K.H. Ahmad Rifai Yasin, beliau mampu menghafal seluruh (30 juz) Al Quran hanya dalam waktu 11 bulan.

Ustadz Yusuf Supendi mampu menghafalkan 4 halaman sekaligus setiap harinya, sedangkan santri lain rata-rata menghafal sebanyak 1 halaman setiap harinya.

Setelah lulus dari sekolah menengah pada tahun 1977, Ustadz Yusuf bersikeras untuk pergi melanjutkan pendidikannya di Saudi Arabia. Syarat untuk ke Saudi tanpa orang tua adalah minimal berumur 19 tahun, sedangkan beliau pada waktu itu masih berumur 18 tahun. Namun Ustadz Yusuf tetap bersikeras, dan beliau berangkat hanya dengan bermodal visa transit 3 hari. Tujuan pertama yang beliau datangi adalah KBRI, dengan harapan mereka bisa membantu beliau untuk melanjutkan pendidikan di sana.Sesampainya di KBRI, sang Dubes malah menyuruh beliau pulang.
Barulah pada tahun 1979, Ustadz Yusuf Supendi bisa melanjutkan pendidikannya di Universitas Imam Muhammad Ibnu Saud, Riyadh. Selain menjadi aktivis dakwah di Saudi, beliau juga pernah memegang posisi Ketua Ikatan Mahasiswa Asia Tenggara, dan dari itulah Ustadz Yusuf Supendi bisa mengenal banyak aktivis dakwah dari berbagai daerah. Pada tahun 1985, beliau berhasil menyelesaikan kuliahnya dan pulang kembali ke tanah air.
Beliau menikah dengan Umi Widhiyani dan dikaruniai 5 anak. Beliau bersama Hilmi Aminudin dan Salim Asegaf al Jufri akhirnya mendirikan gerakan yang lebih dikenal sebagai gerakan Tarbiyah, cikal bakal dari partai PKS.
Ustadz Yusuf juga pernah menjadi Wakil Ketua dan anggota Dewan Syariah PKS peroide 2000-2010. Pada periode 2004-2009, Ustadz Yusuf juga pernah merasakan menjadi wakil rakyat dari Fraksi PKS dari Dapil IV kabupaten/kota Bogor Jawa Barat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here