Prabowo Siap Jadi King Maker : Rating Anies – AHY Kembali Mencuat Naik

0
146

JNOL, JAKARTA – Sikap negarawan Prabowo Subianto kembali terlihat saat menjelang penentuan calon presiden dan wakil presiden. Ia siap mendukung bila ada figur yang lebih baik darinya.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno memuji sikap ketua umumnya, Prabowo Subianto, yang bersedia mundur jika tak lagi diperlukan.

Pujian Sandiaga diberikan meski dia tak hadir dan menyaksikan pernyataan Prabowo saat menghadiri pertemuan ulama di Hotel Menara Peninsula kemarin, Jumat (27/7/2018).

“Pak Prabowo menyampaikan yang kemarin luar biasa, kami hampir terperangah. Saya enggak ada di situ, tapi dia bilang, ‘Kalau ada yang lebih hebat dari saya dan saya tidak diperlukan, saya bersedia kok (tidak dicalonkan), enggak ada masalah’,” ujar Sandiaga di kawasan Jagakarsa, Sabtu (28/7/2018).

Menurut Sandiaga, pernyataan itu merupakan bukti bahwa Prabowo tidak haus kekuasaan. Bagi Prabowo, kata Sandiaga, masalah pencalonan presiden adalah untuk bangsa dan negara.

Sandiaga mengatakan, dia juga akan melakukan hal yang sama dengan Prabowo. Ketika belum dicalonkan sebagai wakil gubernur pada pilkada lalu, Sandiaga mengaku tidak pernah memaksa.

“Saya waktu belum mencalonkan juga begitu. Jangankan nomor dua, enggak jadi calon juga enggak apa-apa yang penting Jakarta lebih baik lagi ke depan,” ujar Sandiaga.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat sebagai capres pada Pilpres 2019.

Ia mengaku berang dengan banyaknya kekayaan Indonesia yang tak banyak dinikmati oleh rakyat.

Ke depan, ia menginginkan kekayaan nasional banyak dinikmati oleh rakyat Indonesia, terutama kekayaan alam.

Namun, selain menyatakan kesiapannya, Prabowo juga menyatakan bersedia mendukung orang lain yang lebih baik.

“Saya siap menjadi alat umat dan alat rakyat indonesia. Tapi kalau saya tidak dibutuhkan dan ada orang lain yang lebih baik, saya pun siap mendukung kepentingan rakyat dan umat. Itu komitmen saya bahwa dengan segala kekuatan saya dan Gerindra,” kata Prabowo dalam acara Pertemuan Ulama di Hotel Menara Peninsula, Jumat.

Belakangan lagi ramai wacana menduetkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan putra Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

Pasangan ini dinilai akan menjadi lawan berat bagi petahana Joko Widodo.

Ujang Komarudin Sebut Jika Prabowo Jadi ‘King Maker’, Gerindra Bakal Rugi Besar (YOUTUBE)

Prabowo: Saya Siap Mendukung

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat sebagai capres di Pilpres 2019.

Ia mengaku berang dengan banyaknya kekayaan Indonesia yang tak banyak dinikmati oleh rakyat.

Ke depan, ia menginginkan kekayaan nasional banyak dinikmati oleh rakyat Indonesia, terutama kekayaan alam.

Namun, selain menyatakan kesiapannya, Prabowo juga menyatakan bersedia mendukung orang lain yang lebih baik.

“Saya siap menjadi alat umat dan alat rakyat indonesia. Tapi kalau saya tidak dibutuhkan dan ada orang lain yang lebih baik, saya pun siap mendukung kepentingan rakyat dan umat.

Itu komitmen saya bahwa dengan segala kekuatan saya dan Gerindra,” kata Prabowo dalam acara Pertemuan Ulama di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat (27/7/2018).

Ia menambahkan, Indonesia ke depan harus berdiri di atas kaki sendiri dan perekonomiannya tak dijajah oleh asing.

“Kita akan berjuang untuk kepentingan bangsa, rakyat, dan umat. Kita ingin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri. Dan, kita tidak mau jadi anteknya orang asing. Itu tekad kita,” lanjut Prabowo.

Pendukung Prabowo Legowo

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengharapkan agar semua partai dalam koalisi pendukung Prabowo Subianto dapat menerima hasil kesepakatan bersama terkait Pilpres 2019.

“Saya berharap semuanya legowo, bukan hanya PKS, tapi semuanya legowo untuk menerima hasil keputusan bersama oleh partai-partai berkoalisi,” ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/7/2018).

“Nantinya keputusan apa, kita belum tahu ya, tapi prinsipnya sih PKS inginnya 2019 ganti presiden,” tegasnya.

Sampai saat ini, koalisi penantang petahana masih membicarakan kepastian koalisi dan nama cawapres yang akan diusung.

Masing-masing partai, baik PKS, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat mengajukan kadernya masing-masing sebagai cawapres.

PKS masih tetap pada pendiriannya untuk mengajukan sembilan nama, yaitu mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, dan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Kemudian, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al’Jufrie, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Sementara itu, Partai Demokrat menginginkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi cawapres. Di sisi lain, PAN mengajukan ketua umumnya, Zulkifli Hasan, sebagai pendamping capres.

Oleh sebab itu, Hidayat mengharapkan adanya diskusi antara partai-partai koalisi untuk membicarakan hal tersebut bersama-sama.

“PKS sudah menyampaikan beberapa pendapatnya, sikapnya, termasuk capres dan cawapres yang diusung oleh PKS, mari kita bahas bersama-sama dalam konteks semuanya saling memberi dan menerima,” ujarnya.

Ia mengaku situasi koalisi saat ini masih sangat cair. PKS juga masih melakukan penjajakan-penjajakan politik dengan beberapa partai.

Rencananya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat (27/7/2018).

Wakil Sekjen PKS Abdul Hakim mengonfirmasi pertemuan tersebut melalui pesan singkat, Jumat (27/7/2018). Disebutkan, mereka akan menghadiri pertemuan ulama di hotel tersebut. [*]

Artikel ini telah dimuat di kompas.com dengan judul: Sandiaga Puji Prabowo yang Legawa Tak Maju jika Ada yang Lebih Baik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here