Jumadin: Transportasi Online Mahasiswa Budayakan Kemandirian Dalam Menempuh Perguruan Tinggi

0
128

Ket Gambar : [ Jumadin Aktivis Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Unmuha ]

JNOL, Banda Aceh – Perguruan tinggi merupakan pendidikan penyelenggara pendidikan tingkat tinggi. Perguruan tinggi di bagi menjadi dua pertama, Perguruan tinggi negeri (PTN) merupakan perguruan tinggi yang di selenggarakan oleh pemerintah. Sedangkan, kedua adalah Perguruan tinggi swasta (PTS) merupakan perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pihak swasta.

Kedua perguruan ini sangat erat kaitannya, dan mengeluarkan biaya yang cukup tinggi demi menggapai mimpi menjadi seorang sarjana. Masing-masing perguruan tinggi mempunyai patokan biaya yang mesti dikeluarkan oleh mahasiswa. Demikian disampaikan Jumadin Aktivis Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Unmuha. (4/6) Senin

“Mulai dari puluhan, ratusan, dan jutaan demi menggapai cita-cita. Meskipun pada perguruan tinggi negeri telah menerapkan uang kuliah tunggal (UKT) melandaskan berdasarkan peraturan menteri pendidikan 55/2013 berdasarkan nilai biaya kuliah tunggal (BKT),” jelas Jumadin.

Sementara biaya kuliah tunggal adalah total kebutuhan biaya operasional pendidikan masing-masing mahasiswa di setiap jurusan.

Sedangkan bantuan operasional di ambil dari APBN yang belakangan disebut bantuan pendanaan khusus bagi perguruan tinggi negeri berbadan hukum.
Karena itu menurut Jumadin, dirinya mengajak mahasiswa yang berminat berwirausaha untuk membudayakan kemandirian dalam menempuh perguruan tinggi dangan memanfaatkan teknologi transportasi online.

“Seperti Gojek dan Grab yang beroperasi sebagai transportasi online bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam melakukan aktivitas,” jelasnya.

Aplikasi ini baru-baru ini berkembang di Aceh dengan harga 4.000 / KM. Skema aplikasi ini di wujudkan untuk membantu para mahasiswa dalam menempuh perguruan tinggi, bukan hanya untuk menumbuhkan ekonomi. Saya berharap mahasiswa bisa memanfaatkan ini.

Jumlah rasio wirausaha indonesia bisa di atas 4 %. Disini, mahasiswa bisa menjadi sasaran potensial untuk menambah jumlah wirausaha apalagi berbagai korporasi punya.

“Mahasiswa tidak pernah maju, jika didalam dirinya masih ada malas,” tegasnya.

Dirinya berpesan kepada mahasiswa jangan pernah berhenti untuk memulai dan tidak pernah memulai untuk berhenti. [MI]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here