Novel Bakmumin Menanggapi Imbauan Staff Ahli Presiden, Ali Mochtar Ngabalin Perihal Pembubaran PA 212

0
196

Ket Gambar : [ Habib Novel Bakmumin, Humas PA 212 /Istimewa]

JNOL, JAKARTA – Terkait Imbauan Ali Mochtar Ngabalin meminta massa pendukung Persaudaraan 212 melayangkan protes terhadap Ketua Dewan Pembina mereka Amien Rais karena dianggap telah memolitisasi organisasi Persaudaraan 212.

Melalui Pesan singkat via whatsapp, Novel Bakmumin, Humas Persaudaraan Alumni 212 kepada media (31/5), ” Saya menegaskan sebagai humas Persaudaraan Alumni 212 bahwa ali muktar ngabalin adalah bukan bagian dari Persaudaraan Alumni 212 yg pernah sempat hadir bukan berarti bagian dari 212 karena sangat tidak mungkin diterima ketika itu ali muktar ngabalin yg jelas latarnya belakangnya adalah kader dari partai golkar yg jelas mendukung penista agama apalagi sekarang telah jelas sebagai orangnya jokowi juga yang latar belakang pribadi dan partainya juga pendukung penista agama, dan komentar murahan ngabalin yg penuh adu domba.

Ditambahkan Novel, Sangat tidak berpengaruh terhadap perjuangan kami yang memang kami mendukung partai partai yang melawan penista agama termasuk PAN partainya prof Amin Rais, jadi sah sah saja pak Amin memberikan kontribusi pemikiran agar kita PA 212 punya sikap politik yg jelas sesuai amanat umat islam untuk tidak mendukung partai partai pendukung penista agama termasuk ngabalin yg sangat tidak berhak atas ocehannnya “. Tutupnya.

Sebelumnya dikatakan dalam jumpa pers di Kompleks Istana Presiden, Rabu (30/5/2018), Ali yang saat ini menjabat Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) merasa turut memiliki organisasi Persaudaraan 212.

Sebab, saat organisasi itu berubah nama dari Presidium 212 menjadi Persaudaraan 212, Ali turut hadir dalam musyawarahnya.

Menurut Ali, organisasi tersebut bukanlah partai politik. Oleh sebab itu, tidak elok apabila Persaudaraan 212 digunakan demi kepentingan politik, apalagi digunakan dengan cara-cara yang tidak mencerminkan peradaban bangsa Indonesia. [MI]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here