Gerakan Pramuka Sebagai Upaya Bela Negara

0
437

JNOL, Opini – Kegiatan pramuka sarat dengan materi kognitif dan implementatif yang sangat mendukung program bela negara dan cinta tanah air. Tujuan dan kandungan dalam pramuka menjadi salah satu pertimbangan pemerintah akhirnya mengatur kedudukan pramuka dalam undang-undang khusus. “Sebelumnya, pramuka hanya diatur melalui Kepres, yaitu Kepres RI Nomor 238 Tahun 1961. Lalu tahun 2010 diperkuat dalam UU No 12.

Artinya, gerakan pramuka sangat diperhitungkan sebagai faktor penopang program nasionalisme dan bela negara. Undang-Undang Dasar 1945 mewajibkan setiap warga negara Indonesia terlibat aktif dalam upaya pembelaan negara. Wakil Ketua FPKS MPR RI Ahmad Zainuddin mengatakan, ” Pramuka merupakan salah satu wujud pelaksanaan bela negara yang tepat. Kegiatan pramuka ini sebenarnya menjadi sarana yang tepat dan perwujudan yang lebih tepat dari upaya bela negara yang diprogramkan pemerintah.”
Pramuka seperti tertulis di situs resmi www.pramuka.or.id pertama kali berdiri pada 14 Agustus 1961. Sesaat setelah Presiden RI, Soekarno menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Awalnya atas desakan sejumlah tokoh karena ketika itu banyak organisasi kepanduan, dan beberapa di antaranya berafiliasi dengan partai politik dinilai tidak efektif untuk kemajuan bangsa, maka Soekarno meleburnya menjadi satu dan menamakan Gerakan Pramuka.

Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka yang terdiri dari anggota muda (siaga, penggalang, penegak), anggota dewasa muda (pandega), anggota dewasa (Pembina pramuka, pelatih, Pembina profesional, pamong SAKA, instruktur SAKA, pimpinan SAKA, andalan dan anggota MABI. Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga, dalam bentuk kegiatan menarrik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan. Sedangkan Gerakan Pramuka adalah Gerakan (Lembaga) Pendidikan yang komplementer dan suplementer (melengkapi dan memenuhi pendidikan yang diperoleh anak/remaja/pemuda di rumah dan di sekolah), pada segmen yang belum ditangani oleh lembaga pendidikan lain yang pelaksanaannya mengunakan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan; di Alam Terbuka (outdoor activities), dan yang sekaligus dapat menjadi upaya “self education” bagi dan oleh anak/remaja/pemuda/pramuka sendiri.
Upaya Bela Negara melalui Gerakan Pramuka harus dilakukan secara Intens, guna menjamin kesinambungan pembangunan bangsa, dalam rangka membangun generasi muda yang memiliki kepribadian beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa . Dikatakan Dirjen Pothan, Gerakan Pramuka merupakan Organisasi Pendidikan nonformal yang bisa diandalkan sebagai motor penggerak dan wadah untuk mengembangkan karakter jati diri bangsa, dengan menanamkan nilai-nilai Bela Negara. Kepramukaan merupakan organisasi pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga, yang menyelenggarakan kegiatan dalam bentuk tampilan yang menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka, dengan prinsip dasar dan Metode Kepramukaan yang memadukan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Untuk itu kegiatan Pelatihan Kesadaran Bela Negara bagi Pelatih Pembina Pramuka ini, diharapkan dapat mengaktualisasikan serta menjadi bahan referensi bagi Pelatih Pembina Pramuka untuk mengembangkan nilai-nilai Bela Negara. Selain itu juga diharapkan Pelatih Pembina Pramuka dapat mentransformasikan nilai-nilai Bela Negara kepada anggota Gerakan Pramuka. Revitalisasi kesadaran Bela Negara Melalui Gerakan Pramuka kehidupan dunia pada Era Globalisasi dimana setiap peristiwa disuatu negara menjadi perhatian dan konsumsi Internasional yang telah meresap dalam kehidupan masyarakat, demikian halnya dengan Indonesia tidak luput dari pantauan dunia Internasional. Untuk menjaga tetap tegaknya NKRI pada Era Globalisasi sekarang ini, kesadaran bela negara serta jiwa nasionalisme merupakan materi yang lebih tepat dibina serta dikembangkan karena merupakan kunci perekat antar masyarakat, antar agama, antar budaya serta antar daerah. Oleh karena itu dalam rangka pembinaan dan pengembangan kesadaran belanegara bagi setiap komponen masyarakat salah satunya dilaksanakan melalui kegiatan kepramukaan khususnya kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.

Organisasi pramuka sebagai organisasi kepanduan oleh masyarakat Internasional diterima sebagai alat yang efektif untuk membina mental/moral, budi pekerti yang berorientasi pada kepentingan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Demikian pula keanggotaan pramuka tidak terbatas pada usia, jenis kelamin, profesi, suku, ras dan agama serta golongan. Pramuka sebagai salah satu wujud kegiatan ekstra kurikuler atau pendidikan nonformal sangat berperan dalam membentuk jiwa dan karakter para generasi bangsa yang handal, berwawasan kebangsaan, penuh kreativitas dan dedikasi untuk menyongsong hari depan yang lebih baik. Kesadaran belanegara lebih terfokus dan bersifat universal serta penerapannya lebih fleksibel sesuai kepentingan Nasional dan perkembangan jaman yang berorientasi pada kepentingan, kebutuhan situasi dan kondisi perkembangan masyarakat, sehingga terwujud warga negara Indonesia yang memiliki kesadaran bela negara, berbangsa dan bernegara serta cinta tanah air.

Kegiatan pramuka tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, kegiatan pramuka juga diharapkan mampu dibentuk di jajaran luar pendidikan. TNI AD melalui Surat Perintah Kasad memerintahkan kepada para Panglima, Gubernur, Komandan, Direktur dan Kepala Balakpus AD untuk ikut menyemarakkan kegiatan kepramukaan. Terdapat dua hal yang digaris bawahi berkaitan dengan kepramukaan ini. Pertama, diharapkan agar setiap lembaga mampu ikut aktif dalam membantu, mendorong dan menggerakkan kegiatan pramuka dilingkungan asrama. Kedua, Bekerjasama dengan kwarcab untuk membentuk gudep gerakan pramuka dilingkungan masing-masing. Kasad berharap agar ada peningkatan inovasi untuk menumbuh kembangkan keberadaan kepramukaan dalam penyelenggaraan pembinaan teritorial di wilayahnya.
Dengan berdirinya gerakan pramuka TNI AD “Saka Kartika” menjadi wadah kaderisasi pimpinan bangsa, nilai-nilai kebinekaan dan perekat kebangsaan/ nasionalisme dapat terwujud serta kerjasama antara TNI AD dengan kwartir Nasional Gerakan Pramuka, menandai dimulainya era baru keikutsertaan TNI AD dalam memajukan gerakan pramuka di Indonesia sebagai salah satu wadah pembinaan generasi muda yang berbasis pada nasionalisme, cinta tanah air dan patriotisme atau semangat pantang menyerah dan rela berkorban demi belanegara. Selain itu peran serta prajurit dalam pramuka juga perlu ditingkatkan dengan menitikberatkan pada materi belanegara, sehingga harapan pimpinan TNI AD menjadikan pramuka sebagai wadah kaderisasi pimpinan bangsa, nilai-nilai kebinekaan dan perekat kebangsaan/nasionalisme dapat terwujud. Disamping itu, didalam pemerintahan Daerah terdapat kewajiban Kepala Daerah untuk membina pramuka melalui Peraturan Bersama Mendagri, Menhan, Mendiknas, Menag, Menpora dan Ketua Kwartir Nasional gerakan pramuka tentang pedoman tugas Kepala Daerah dalam pembinaan gerakan pramuka guna meningkatkan kesadaran belanegara. Melalui gerakan pramuka yang merupakan wadah pendidikan luar sekolah, banyak kegiatan yang dapat dilakukan, perannya tidak hanya signifikan untuk mencegah terjadinya berbagai hal negatif tetapi juga sangat penting dalam membentuk kaum muda yang berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur, beriman dan bertakwa, cerdas dan trampil serta kuat dan sehat sebagai kader penerus bangsa pada masa yang akan datang. Sebagaimana yang diajarkan dalam gerakan pramuka yaitu kode etik pramuka adalah TRI SATYA dan DASA DHARMA.

Kegiatan pramuka juga dilakukan oleh Perguruan Tinggi baik itu Perguruan Tinggi Negeri ( PTN ) maupun Perguruan Tinggi Swasta ( PTS ) yang ada diseluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu betuk kontribusi perguruan tinggi untuk Indonesia dalam upaya Bela Negara melalui Gerakan Pramuka. Serta partisipasi mahasiswa untuk mewujudkan kesadaran akan pentingnya Bela Negara. Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, sosial, intelektual dan fisiknya, agar mereka bisa: Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda, Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda, Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.

Demikianlah yang diajarkan oleh kepramukaan guna menimbulkan dan menanamkan serta menjadikan bangsa khususnya para generasi muda sadar akan bela negara, disamping itu membuntuk jiwa belanegara di setiap individual bangsa Negara Indonesia agar terciptanya Negara yang makmur dan sentosa serta berkuwalitas bagus dan baik di tingkat Internasional serta Memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan berbudaya serta beragama. Selain itu, sebagaimana kita ketahui bahwa selain tri satya dan dasa dharma yang diajarkan dalam kepramukaan, Pancasila pun diajarkan dalam kepramukan yang mana pancasila merupakan dasar Negara kesatuan republik Indonesia dan juga sebagai idiologi bangsa dan Negara kesatuan republik Indonesia. Untuk itu mari bersama-sama kita menumbuhkan dan menigkatkan rasa sadar akan bela negara melalui gerakan kepramukaan. Serta menciptakan masyarakat yang sadar akan perannya sebagai warga negara indonesia untuk berpartisipasi dalam Bela Negara. [Mi]

Penulis : Dewi Nurwati
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Maritim Raja Ali Haji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here