Lonjakan Utang Luar Negeri Ulah Pelaku Koruptif

Jejaknasionalis, Jakarta [24-03 – 2018] Sabtu – Emrus Sihombing
Pengamat politik menilai terkait pembengkakan utang pemerintah menembus sampai angka Rp 4.000
triliun hal ini menjadi amunisi kuat bagi lawan politik Presiden Joko Widodo.

Berdasar data posisi utang pemerintah Februari lalu, angkanya mencapai Rp 4.034,8 triliun atau 29,24 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Rp 13.588,8 triliun.

“Memang harus jujur kita akui, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017 nominalnya (utang pemerintah, red)
Meningkat 13,46 persen. Utang tersebut belum termasuk pinjaman swasta Indonesia,” ujar Emrus Sihombing, [18/3 /2018] baru baru ini.

Sejumlah kalangan menganggap lonjakan utang pemerintah hanya terjadi pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan ada sebagian kecil relawan pendukung Jokowi yang berbalik dan menggelar demonstrasi menolak membengkaknya utang pemerintah.

“Kritik membengkaknya utang tersebut seolah mengarah hanya kepada presiden, tentu itu tidak salah tetapi tidak seluruhnya benar,” ucap Emrus.

Direktur eksekutif Emrus Corner itu menyebut polemik tentang lonjakan utang pemerintah hanyalah perdebatan di permukaan.

“Sebab, pelaku utama penyebab lonjakan utang justru tak diungkap.

“Bukankah perilaku koruptif yang masif di negeri ini berkorelasi langsung dengan membengkaknya utang pemerintah ?” kata Emrus

“Bila pembengkakan utang itu dirunut lebih dalam, lanjutnya, maka akan terungkap para pelaku utamanya. Emrus menyebut penyebab utama lonjakan utang bukanlah Presiden Jokowi, tetapi aktor-aktor tertentu.

Emrus lantas menyebut beberapa pihak yang punya kontribusi besar atas lonjakan utang pemerintah.

Lanjut Emrus Sihombing Antara lain para pejabat yang koruptif, pengusaha yang bermain mata dengan penyelenggara negara, pengemplang pajak, pelaku illegal fishing dan pertambangan liar, hingga pihak-pihak yang memarkir kekayaan mereka di mancanegara. [AN]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *