Gus Nuril : Cegah Politisasi Mesjid, Indonesia Harus Bersatu Tanpa Perpecahan

JejakNasionalis, Jakarta – PGN Garuda Nusantara itu siap mati. Bendera saya itu cuma satu yaitu Merah Putih. ujar gus nuril dalam orasi kebangsaan cegah politisasi mesjid.

Gus Nuril Cegah Politisasi Masjid, Indonesia harus bersatu tanpa perpecahan, Etika sudah diajarkan apalagi terhadap tuhan contohi di Jawa, penyebutan Allah saja tidak berani ditambah Gusti. Menyebut nabi muhammad kanjeng nabi. itu orang jawa sangat lebut tidak langsung menyebut ” . Orasi Gus nuril pada Formasi (Forum Rembug Masjid Indonesia ) dengan Tema ” Cegah Politisasi Masjid” bertempat di Aula Sakinah, Mesjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.(15/3) Kamis.

Gus Nuril menyebutkan juga negeri nusantara Indonesia ini sudah personasi surga. Tanda orang taqwa itu tidak hanya ibadah shalat saja namun hablum minannas juga, dan memberi sedekah, husnuzhan, serta toleransi itu lah sifat bangsa kita, yang sedang ditanamkan, Islam nusantaranya, Islam Moderat.

Jadi dalam jiwa mu tidak ada sifat kontrak terhadap kaum minoritas, serta menjunjung tinggi tolerasi serta meng implementasikan ideologi pancasila atau cinta Negeri. Dan itu tidak datang sendiri dan bagaimana tumbuh cinta jika ada jiwamu masih membeda bedakan. Pelajari Ruh rabbani harus benar benar Iman, islam, Ihsan ( Tasawuf) dalam jiwa ditanamkan benar benar. kita ini sudah diangkat khalifahnya allah di bumi jadi jalankan dengan sebenar benarnya. Ujar gus nuril dalam orasi kebangsaan nya.

Kh. Ahmad Shodiq (LD NU ) Pengkaderan Islam Nusantara, mengatakan Mesjid jangan dijadikan tempat memprovokasi umat . kita ini paling maju, tapi kenapa terkotak kotak atau mudah terprovokasi. karena mesjid ini tidak digunakan semestinya.

Selain Gus Nuril atau yang lebih dikenal KH. Nuril Arifin. MA (Tausiyah Kebangsaan), turut hadir Takmir Masjid Se Jabodetabek diantaranya KH. Ahmad Shodiq (Tausyiah Hubbul Wathon), KH Ahmad Rofi’i ( Jakarta Timur), KH Saiful Bahri ( Bekasi), KH Miftahul Falah (Jakarta Utara) Terakhir KH Nova Andhira SE. ME (Alumni Gontor).

Ketua Formasi, Gus Sholeh MZ sebagai moderator dalam Tausiyah Whatoniyah dan Tausiyah Diniyah. Mesjid harus di gunakan sebagai penyejuk secara menyeluruh, takmir mesjid yang datang hari ini di seleksi dan kedepannya begitu. Ada sekitar 100 untuk pengkaderan Islam nusantara yang sesuai dengan kita (Indonesia) tahun 2018 mesjid akan digunakan mereka. karena dibiayai oleh negara negara adidaya. (MI/Rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *