Faktor Utama Biaya Ibadah Haji Naik Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari Pemerintah Arab Saudi, Kenapa?

JejakNasionalis, Jakarta – Bukan cuma bahan kebutuhan pokok seperti cabai dan beras saja yang naik, kebutuhan untuk bekal di akhirat pun ikut naik, yakni biaya ibadah Ha,ji.

Hal itu setelah pemerintah dan komisi VIII DPR menyepakati kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2018, sebesar 0,99 persen atau Rp 345.290 dibandingkan tahun lalu.

Ketua Panja BPIH Noor Achmad menjelaskan, kenaikan tersebut meliputi beberapa faktor, salah satunya kebijakan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) dari pemerintah Arab Saudi dan pajak pemerintah daerah sebesar 5 persen, serta kenaikan harga BBM di Arab Saudi.

“Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018 berbeda dengan tahun sebelumnya dikarenakan adanya kebijakan pengenaan PPN sebesar 5 persen, juga terdapat pajak baladiyah (pajak pemerintah daerah) sebesar 5 persen dan kenaikan harga BBM di Arab Saudi mencapai 180 persen,” ucap Noor di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/03/18).

Tak hanya itu, Ia juga mengatakan, fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar AS dan real Arab Saudi Riyal (SAR) pun menjadi alasan kenaikan BPIH.

Sebab, ketidak stabilan tersebut, sangat berimbas keharga komponen akomodasi yang digunakan oleh jemaah selama menjalankan ibadah haji.

“Panja BPIH menyepakati komponen direct cost penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018 sebesar rata-rata Rp 35.235.602. Jumlah tersebut sudah mencakup komponen penerbangan, pemondokan, katering, transportasi darat, dan biaya operasional,” tuturnya.

Berikut Rincian dari kenaikan harga komponen BPIH sebagai berikut.

1. Harga rata-rata komponen penerbangan (tiket, airport tax, dan passenger service charge) sebesar Rp 27.495.842, dibayarkan langsung oleh jemaah haji

2. Harga rata-rata tempat tinggal di Mekah sebesar SAR 3.782 yang dialokasikan ke dalam anggaran indirect cost dan sebesar SAR 668 dibayarkan oleh jemaah dengan ekuivalen sebesar Rp 2.384.760. Panja BPIH dan Kemenag menyepakati biaya rata-rata sewa tempat tinggal di Madinah sebesar SAR 1.200 dengan sistem sewa semi-musim yang dibiayai dari dana optimalisasi.

3. Biaya living allowance sebesar SAR 1.500 dengan ekuivalen sebesar Rp 5.355.000 yang diserahkan kepada jemaah haji dalam mata uang riyal. (MI/Rls )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *