Poros Baru Parpol Berbasis Islam Kemungkinan Pecah di Pilpres?

JEJAKNASIONAL, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Adi Prayitno menilai wacana poros baru berbasis islam di Pilpres 2019 cukup terbuka mengingat gabungan ketiga Parpol yakni PKB, PKS, dan PAN melampaui jumlah kursi di Presidensial Treshold.“Masih ada tiga parpol islam yang belum mentukan sikap. Sebelum ‘Janur kuning’ perkawinan sah dukungan politik diserahkan ke KPU, apapun bisa terjadi,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa, (13/3).Meski peluang terbuka, Adi menilai psikologis politik menjadi kendala ketiganya untuk bisa bersatu membentuk poros baru, terutama soal karakter pemilih yang tidak sama.“Tiap parpol Islam memiliki karakter pemilih yang tak sama. Bahkan dalam banyak hal saling bersebrangan. Terutama antara pemilih PKB yang mayoritas NU dan Pemilih PKS yang berbasis ikhwan. Termasuk juga soal Ideologi parpol Islam ini kerap tak seirama. Bukan barang baru jika konstituen kedua parpol bersebrangan,” ujarnya.Lebih lanjut Adi menjelaskan kendala lain terletak pada perbedaan kedekatan Parpol Islam dengan Parpol berbasis ideologi Nasionalis mapun Nasionalis religius, salah satunya kedekatan PKS dengan Partai Gerindra sejak 2014 lalu.“Sementara PKB dan PAN menjadi bagian dari parpol koalisi pamerintah yang ideologinya variatif. Meski begitu PAN relatif cair karena bisa diterima PKS dan PKB. Itu artinya, parpol Islam sejak lama sudah memiliki tautan hati dengan parpol yang berbeda-beda. Kedekatan semacam ini sukar dibelah dalam waktu yang cukup mepet,” terangnya.Terakhir, dijelaskan Adi, kesulitan lainnya terletak pada egoisme sektoral parpol Islam terhadap penerimaan capres dan cawapres yang diusung masing-masing partai.“Jika capresnya dari PKS misalnya, sulit bagi PKB untuk merapat ke PKS. Begitupan sebaliknya. Benturan egoisme semacam ini kadang menyulitkan parpol Islam membentuk satu kekuatan politik tertentu. Bukan hanya kali ini saja, tapi sudag terjadi sejak lama. Inilah salah satu cacat bawan kenapa parpol Islam kerap tak solid,” tutupnya. (JN,/RMOL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *